Kamis, 19 Mei 2011

Cristopher Colombus



Cristopher Colombus lahir di Genoa pada tanggal 30 Oktober 1451 dan meninggal 20 Mei 1506 saat dia berusia 54 tahun. Dia adalah seorang penjelajah dan pedagang yang menyeberangi Samudra Atlantik dan sampai ke benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492 di bawah bendera Castilian Spanyol. Ia percaya bahwa bumi berbentuk bola kecil, dan berangggap sebuah kapal dapat sampai ke timur jauh melalui jalur barat.
Colombus bukanlah orang pertama yang tiba di Amerika. Ia juga bukan orang Eropa pertama yang sampai ke benua itu karena sekarang telah diakui secara meluas bahwa orang-orang Viking dari Eropa Utara telah berkunjung ke Amerika Utara pada abad 11 dan mendirikan koloni L'Anse aux Meadows untuk jangka waktu singkat. Colombus, dalam upaya mencari jalan dari Eropa ke Timur, tak sengaja menemui benua Amerika yang membuatnya lebih berpengaruh dalam sejarah dunia, di luar dugaannya sendiri. Penemuannya sekaligus merupakan mahkota eksplorasi dan kolonisasi Dunia Baru dan sekaligus pula merupakan tonggak penting dalam sejarah. Colombus bagaikan membuka pintu bagi bangsa Eropa dua benua untuk pemukiman baru, menyebar penduduk dan menyediakan sumber kekayaan mineral dan isi bumi yang pada gilirannya mengubah wajah Eropa. Berbarengan dengan itu, penemuannya juga mengakibatkan hancurnya kebudayaan bangsa Indian.
Colombus berlayar dengan menggunakan kapalnya dari pelabuhan Spanyol tanggal 3 Agustus 1492 atas izin Ratu Isabella. Melabuh pertama kali di kepulauan Canary di lepas pantai Afrika. Dan membongkar sauh di kepulauan Canary tanggal 6 September lalu berlayar laju arah ke barat. Colombus kembali ke Spanyol bulan maret berikutnya dari penjelajahan yang dasyat itu disambut orang dengan penuh penghormatan. Sesudah itu dia melakukan serentetan pelayaran melintas Atlantik dengan harapan menjejakkan kaki di Cina dan Jepang. Tetapi sia-sia! Colombus tetap bersiteguh pada pikirannya bahwa dia sudah menemukan jalur perjalanan ke Asia Timur jauh sebelum orang lain sadar.
Ratu Isabella menjanjikan Colombus jadi gubernur di pulau mana pun yang ditemuinya. Tetapi, selaku administrator dia betul-betul tidak becus sehingga dipecat dari jabatannya dan dikirim pulang ke Spanyol dengan tangan terbelenggu. Tetapi, sesampainya di Spanyol dia dibebaskan hanya saja tak pernah diberi jabatan lagi. Kabar angin mengatakan Colombus mati dalam kemiskinan tanpa ada dana apa pun. Tatkala kematiannya di tahun 1506 –kabar lain lagi– ada jugalah sedikit harta kekayaannya.
Kapal “Nina” “Pinta” dan “Santa Maria” berlayar menuju Dunia baru Jelas, pelayaran pertama Colombus merupakan perubahan revolusioner bagi sejarah Eropa, dan malahan punya pengaruh lebih besar bagi Benua Eropa. Anak-anak sekolah semua menghafal tahun 1492 merupakan tahun penting. Walau begitu masih ada banyak kemungkinan yang keberatan menempatkan nama Colombus dalam urutan daftar buku ini.
Salah satu keberatan adalah karena bukannya Colombus orang Eropa pertama yang menemukan Dunia Baru. Leif Ericson, pelaut Viking, berabad-abad sebelum Colombus sudah menjejakkan kaki di Benua Amerika dan bolehlah dipercaya beberapa orang Eropa lain juga sudah menyeberangi Samudera Atlantik di masa-masa antara Leif Ericson dan Colombus.
“Pendaratan Colombus” oleh Jhon Vanderlyn adalah mungkin sekali Amerika cepat atau lambat ditemukan oleh orang Eropa; bahkan mungkin sekali kalaulah ada penundaan, saatnya tidak begitu lama. Tetapi perkembangan berikutnya akan sangat jauh berbeda apabila Amerika ditemukan –katakanlah tahun 1510– oleh ekspedisi orang Perancis atau Inggris dan bukannya tahun 1492 oleh Colombus. Dengan dalih apa pun memang nyatanya Colombuslah orang yang menemukan benua Amerika. Kemungkinan keberatan ketiga adalah, bahkan sebelum perjalanan Colombus banyak orang-orang Eropa abad ke-15 yang sudah maklum bahwa sesungguhnya bumi ini bulat bentuknya. Teori ini sudah diungkapkan oleh filosof Yunani berabad-abad sebelumnya, dan pembenaran yang tak tergoyahkan dari hipotesa Aristoteles sudah cukup untuk meyakinkan kaum terpelajar Eropa di tahun 1400-an. Sementara itu, Colombus sendiri tidak terkenal orang yang menunjukkan bahwa bumi ini bulat.
Akhlak Colombus tidaklah sepenuhnya dikagumi. Dia terkenal kikir. Sifat inilah yang menyebabkan dia menghadapi kesulitan memperoleh tunjangan dana dari Ratu Isabella karena Colombus terlampau menampakkan keserakahannya tatkala melakukan tawar-menawar. Juga –walaupun tidak pantas menuduhnya menurut ukuran etika jaman sekarang– dia memperlakukan orang-orang Indian dengan kekejaman yang sangat.
Di akhir tahun 1550-an, kondisi kesehatan Colombus terlalu buruk untuk bisa berkelana lagi. Dia tinggal di kota Valladolid hingga ajal menjemputnya. Saat Colombus menghembuskan napas terakhir, kedua putranya, Bartholomew dan sahabat setianya Diego Mendez berada di sisinya. Awalnya, jenazah akan dimakamkan di Valladolid. Tapi pada tahun 1590, Diego, putranya memindahkan jenazah ke biara Las Cuevas di Seville. Lokasi jenazah Colombus saat ini masih dipersebatkan. Dulu jenazahnya dipindahkan ke Amerika pada pertengahan abad ke-16, pertama ke Santo Domingo dan tahun 1795 ke Havana, Cuba. Menurut dugaan, jenazahnya lalu dibawa kembali ke Spanyol pada 1899, dimana akhirnya ditegaskan bahwa jenazahnya memang dimakamkan di Kathedral Seville.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar